• SDN GELARAN 2 KARANGMOJO
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEORANG PEMIMPIN

Saya adalah seorang guru di instansi SD Negeri Gelaran II Kapanewon Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Saat ini saya sedang menjalani diklat calon guru penggerak angkatan 6 kabupaten Gunungkidul tahun 2022. Saat ini saya ingin berbagi proses pembelajaran selama mengikuti diklag calon guru penggerak terutama dalam kaitan materi modul 3.1 tentang pengambilan keputusan berdasar nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin.

  Saat kita sedang membaca sebuah buku tentang pendidikan, kadang kita menemukan kalimat seperti ini:

“Mengajarkan anak menghitung itu baik, namun mengajarkan mereka apa yang berharga/utama adalah yang terbaik”
(Teaching kids to count is fine but teaching them what counts is best).
Bob Talbert

Dari kutipan kalimat tersebut, apabila saya kaitkan dengan serangkaian proses pembelajaran dalam diklat guru penggerak saya artikan bahwa setiap anak itu memiliki perkembangan dan kemampuan yang berbeda-beda. Sebagai seorang guru tentunya kita menginginkan anak didik kita terampil dalam bermacam-macam hal, namun belum tentu bagi mereka apa yang kita anggap baik itu menjadi hal yang terbaik bagi diri mereka. Sebagai seorang pendidik, tentunya akan mengajarkan pada mereka apa yang mereka butuhkan dan sangat berharga bagi diri mereka, sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zaman dimana anak didik kita berada.  Mengajarkan sebuah ketrampilan pada anak didik bukan hanya sebatas pada sebuah materi saja, namun hingga dapat diresapi dalam pikiran anak hingga menjadi sebuah karakter. Seorang guru juga menjadi seorang pemimpin dalam sebuah pembelajaran.

Setiap keputusan yang diambil oleh seorang guru haruslah sesuai dengan nilai-nilai kebajikan universal, berpihak pada murid dan bertanggungjawab. Keputusan yang diambil oleh seorang guru akan berdampak terhadap lingkungan kita. Keputusan yang baik tentu akan memberi dampak baik bagi lingkungan, begitu juga sebaliknya.

Georg Wilhelm Friedrich Hegel mengatakan Education is the art of making man ethical.
 atau Pendidikan adalah sebuah seni untuk membuat manusia menjadi berperilaku etis.
Seorang pendidik, dengan ketrampilan yang mereka miliki masing-masing akan menuntun segala tingkah laku anak didik mereka sesuai norma-norma yang berlaku untuk mewujudkan karakter anak didik yang baik. Karakter generasi masa yang akan dating merupakan hasil atau cerminan dari karya guru yang saat ini sedang berlangsung.

Setelah melalui tahap pembelajaran modul 1 hingga 3.1, berikut merupakan rangkuman kesimpulan pembelajaran yang merupakan hasil tahap pembelajaran alur Koneksi Antarmateri dalam diklat calon guru penggerak.

  • Bagaimana filosofi Ki Hajar Dewantara dengan Pratap Triloka memiliki kaitan dengan penerapan pengambilan keputusan sebagai seorang pemimpin?

Dunia pendidikan tidak akan asing lagi dengan Pratap Triloka dalam filosofi Ki Hadjar Dewantara. Ing Ngarsa Sung Tuladha, Ing Madya Mangun Karsa, Tut Wuri Handayani. Ing Ngarsa Sung Tuladha; Seorang guru, ketika berada di depan, ia akan menjadi teladan bagi anak didiknya. Guru sebagai seorang pemimpin akan menjadi contoh. Ing Madya Mangun Karsa; seorang guru (pemimpin pembelajaran) ketika berada di tengah akan menyalurkan semangat, dorongan, bimbingan pada anak didiknya untuk mencapai kesuksesan. Tut Wuri Handayani; seorang pemimpin pembelajaran ada kalanya berada pada posisi belakang, dimana seorang guru akan memberikan dorongan pada anak didiknya dalam mewujudkan karakter peserta didik yang sesuai dengan profil pelajar Pancasila. Dimanapun posisinya seorang guru berada (depan, tengah, atau belakang) tentu saja membutuhkan sebuah keputusan yang bertanggungjawab, sesuai nilai kebajikan dan tentunya berpihak pada murid. Pendidik adalah teladan bagi murid untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila.

  • Bagaimana nilai-nilai yang tertanam dalam diri kita, berpengaruh kepada prinsip-prinsip yang kita ambil dalam pengambilan suatu keputusan?

Nilai-nilai yang tertanam dalam diri seorang guru dalam mengambil sebuah keputusan akan mempengaruhi suatu keputusan. Keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin pembelajaran (guru) diputuskan dengan berbagai pertimbangan. Pertimbangan-petimbangan yang digunakan oleh seorang pemimpin diantaranya  berdasar pada nilai-nilai kebajikan yang ada dalam diri pemimpin. Setiap guru memiliki visi dalam diri mereka dalam mewujudkan gambaran anak didik mereka di masa datang. Proses pengambilan keputusan yang dilakukan guru tentunya berdasar pada nilai kebajikan universal antara lain kejujuran, integritas, kebijaksanaan, disiplin. Nilai-nilai kebajikan yang tertanam dalam diri seorang pendidik anak menentukan kualitas keputusan yang dihasilkan. Selain sesuai dengan nilai-nilai kebajikan juga komptenensi sosial emosional antara lain kesadaran diri, pengelolaan diri, kesadaran sosial dan ketrampilan berhubungan sosial.

  • Bagaimana materi pengambilan keputusan berkaitan dengan kegiatan ‘coaching’ (bimbingan) yang diberikan pendamping atau fasilitator dalam perjalanan proses pembelajaran kita, terutama dalam pengujian pengambilan keputusan yang telah kita ambil? Apakah pengambilan keputusan tersebut telah efektif, masihkah ada pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita atas pengambilan keputusan tersebut? Hal-hal ini tentunya bisa dibantu oleh sesi ‘coaching’ yang telah dibahas pada sebelumnya.

Pendekatan berbasis coaching merupakan pendekatan yang lebih baik terutama dalam penyelesaian sebuah kasus hingga menghasilkan sebuah keputusan. Alur TIRTA yang dilakukan oleh coach ketika melakukan coaching digunakan dalam menghasilkan sebuah keputusan. Pengujian keputusan yang telah diambil dalam coaching dilakukan menggunakan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan.

  • Bagaimana kemampuan guru dalam mengelola dan menyadari aspek sosial emosionalnya akan berpengaruh terhadap pengambilan suatu keputusan khususnya masalah dilema etika?

Kemampuan setiap orang dalam menyelesakan sebuah permasalahan berbeda antara satu orang dan yang lainnya. Sosial Emosional yang ada dalam diri seseorang akan mempengaruhi hasil/ keputusan yang dibuat. Oleh sebab itu, pengujian keputusan itu penting.

  • Bagaimana pembahasan studi kasus yang fokus pada masalah moral atau etika kembali kepada nilai-nilai yang dianut seorang pendidik?

Seorang guru dalam menyelesaikan sebuah permasalahan memiliki cara yang berbeda antara satu guru dengan guru yang lain. Penyelesaian itu bergantung pada kesadaran diri guru tersebut dan kesadaran sosial guru tersebut. Penyelesaian masalah dilema etika membutuhkan kejelian dan keputusan yang bertanggungjawab yangmana keputusan itu berpihak pada murid serta sesuai nilai-nilai kebajikan universal. Selain kesadaran sosial dan kesadaran diri yang ada dalam diri guru tersebut yang berpengaruh dalam langkah uji intuisi, pembahasan kasus dalam hal dilema etika atau bujukan moral dapat dilakukan melalui uji legalitas.

  • Bagaimana pengambilan keputusan yang tepat, tentunya berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

Tepat tidaknya sebuah keputusan yang diambil oleh seorang pemimpin, akan berdampak pada lingkungan. Sebuah keputusan yang tepat, akan menjadikan lingkungan positif, kondusif, aman dan nyaman. Sebuah keputusan yang berkaitan dengan perubahan positif di lingkungan sekolah dapat diwujudkan menggunakan pendekatan Inkuiri Apresiatif dengan menggunakan langkah BAGJA. Dasar pengambilan keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai kebajikan juga akan berpengaruh terhadap hasil sebuah keputsan yang tentunya akan berdampak pada terciptanya lingkungan yang positif, kondusif, aman dan nyaman.

  • Apakah tantangan-tantangan di lingkungan Anda untuk dapat menjalankan pengambilan keputusan terhadap kasus-kasus dilema etika ini? Adakah kaitannya dengan perubahan paradigma di lingkungan Anda?

Dalam penyelesaian kasus dilema etika tidak ada benar dan salah, karena dalam kasus dilema etika semua berlaku benar secara moral. Namun, tentu saja tantangan itu pasti ada. Salah satu tantangan yang saya hadapi dalam penyelesaian kasus dilema etika adalah selama ini, ketika saya mengambil sebuah keputusan, terkadang saya masih belum menggunakan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Tantangan lain yang saya hadapi adalah pemilihan penggunaan prinsip penyelesaian dilema etika.

  • Apakah pengaruh pengambilan keputusan yang kita ambil ini dengan pengajaran yang memerdekakan murid-murid kita? Bagaimana kita memutuskan pembelajaran yang tepat untuk potensi murid kita yang berbeda-beda?

Merdeka dalam belajar adalah kemerdekaan yang diberikan pada anak untuk mengembangkan segala potensi yang ada dalam diri mereka. Pengambilan keputusan seorang guru dalam pembelajaran tentunya akan mempengaruhi kemerdekaan anak dalam belajar. Potensi yang berbeda-beda pada murid-murid kita juga perlu dicarikan sebuah solusi. Guru perlu membuat keputusan dalam melakukan proses pembelajaran agar semua anak dapat mengembangkan bakat dan kemampuan yang ada pada dirinya meskipun dengan cara yang berbeda-beda. Dalam pembelajaran dapat menggunakan proses pembelajaran berdiferensiasi.

  • Bagaimana seorang pemimpin pembelajaran dalam mengambil keputusan dapat mempengaruhi kehidupan atau masa depan murid-muridnya?

Seorang pemimpin pembelajaran yang tepat dalam mengambil keputusan proses pembelajaran akan mempengaruhi keberhasilan murid dalam mengembangkan segala bakat yang ada dalam dirinya. Bakat yang mampu dikembangkan dengan baik ini akan dibawa dalam masa depan mereka. Seorang guru diibaratkan petani yang sedang menabur benih. Layaknya seorang petani, guru bertanggungjawab dalam proses bersemainya benih-benih yang ia tabur.

  • Apakah kesimpulan akhir  yang dapat Anda tarik dari pembelajaran modul materi ini dan keterkaitannya dengan modul-modul sebelumnya?
  1. Pengambilan keputusan merupakan sebuah ketrampilan yang perlu diasah dan juga berdasar pada Pratap Triloka yang ditulis oleh Ki Hadjar Dewantara.
  2. Pengambilan keputusan yang dilakukan guru, harus sesuai dengan budaya positif yang ada di sekolah.
  3. Komunitas yang ada membantu dalam proses seorang pemimpin menghasilkan sebuah keputusan.
  4. Penyelesaian sebuah kasus tidak dapat maksimal apabila tidak ada kehadiran penuh (mindfullnes) seorang pemimpin.
  5. Coaching dapat digunakan untuk membantu membuat sebuah keputusan.
  • Sejauh mana pemahaman Anda tentang konsep-konsep yang telah Anda pelajari di modul ini, yaitu: dilema etika dan bujukan moral, 4 paradigma pengambilan keputusan, 3 prinsip pengambilan keputusan, dan 9 langkah pengambilan dan pengujian keputusan. Adakah hal-hal yang menurut Anda di luar dugaan?

Dilema etika adalah sebuah kasus antara benar lawan benar. Tidak ada benar atau salah pada jawaban kasus dilemma etika selama pengambilan keputusan berdasar pada berpihak pada murid, berdasar nilai kebajikan universal dan bertanggungjawab. Sedangkan bujukan moral adalah permasalahan benar lawan salah, ada unsur pelanggaran hokum di dalamnya. 4 paradigma pengambilan keputusan yaitu individu lawan kelompok, rasa keadilan lawan rasa kasihan, kebenaran lawan kesetiaan dan jangka pendek lawan jangka panjang. 3 prinsip pengambilan keputusan antara lain berfikir berbasis hasil akhi, berbasis peraturan dan berbasis rasa peduli. Pengambilan keputusan dapat dilakukan melalui 9 langkah yaitu

  1. Mengenali bahwa ada nilai-nilai yang saling bertentangan
  2. Menentukan siapa yang terlibat dalam situasi ini
  3. Mengumpulkan fakta-fakta yang relevan dalam situasi ini
  4. Pengujian benar atau salah (uji legal, uji regulias, uji instuisi, uji publikasi, uji panutan/idola)
  5. Pengujian paradigma benar atau salah
  6. Prinsip pengambilan keputusan
  7. Investigasi trilema
  8. Buat keputusan
  9. Meninjau kembali keputusan dan refleksikan
  • Sebelum mempelajari modul ini, pernahkah Anda menerapkan pengambilan keputusan sebagai pemimpin dalam situasi moral dilema? Bilamana pernah, apa bedanya dengan apa yang Anda pelajari di modul ini?

Sebelum mempelajari modul ini, ketika dihadapkan oleh sebuah kasus dilemma etika, yang saya lakukan mengambil keputusan dengan mempertimbangkan resiko dari keputusan saya, serta mempertimbangkan keputusan yang menguntungkan bagi peserta didik.

  • Bagaimana dampak mempelajari konsep  ini buat Anda, perubahan  apa yang terjadi pada cara Anda dalam mengambil keputusan sebelum dan sesudah mengikuti pembelajaran modul ini?

Setelah mempelajari modul ini, saya semakin memahami bahwa sebuah kasus dilema etika itu tidak ada benar salah pada keputusan yang diambil. Namun, ketika membuat sebuah keputusan dari sebuah kasus dilema etika harus berdasar pada nilai-nilai kebajikan universal mengingat sekolah adalah institusi moral, berpihak pada murid dan bertanggungjawab.

  • Seberapa penting mempelajari topik modul ini bagi Anda sebagai seorang individu dan Anda sebagai seorang pemimpin?

Bagi saya, mempelajari modul 3.1 sangat penting karena sebagai seorang individu tentu kita akan dihadapkan pada sebuah permasalahan yang terkait dilema etika. Sebagai seorang pemimpin, mempelajari modul ini juga sangat membantu ketika pengambilan keputusan yang baik versi setiap kasus yang berbeda-beda, agar lingkungan yang diciptakan tetap nyaman, positif dan kondusif.

 

Koneksi Antar Materi Modul 3.1

PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERBASIS NILAI-NILAI KEBAJIKAN SEORANG PEMIMPIN

Oleh : SILVIA ERAWATI, S.Pd

CGP Angkatan 6 DIY

Komentar

Sangat menginspirasi

Semoga lancar dan sukses

Sip

Mantaapp semoga sukses bu

Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
KORPRI

Organisasi ini bernama Korps Pegawai Republik Indonesia, disingkat KORPRI. KORPRI adalah wadah unuk menghimpun seluruh pegawai Republik Indonesia demi meningkatkan perjuangan, pengabdia

29/11/2023 08:38 - Oleh Administrator - Dilihat 366 kali
Siswa Sangat Antusias Berkunjung ke Dinas Perpustakaan Kabupaten Gunungkidul

Pada tanggal 27 Nopember 2023, sebanyak 33 siswa dari SD N Gelaran II Karangmojo mengunjungi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Gunungkidul. Kunjungan tersebut didampingi

28/11/2023 09:59 - Oleh Administrator - Dilihat 396 kali
Peringatan Hari Guru Nasional, SDN Gelaran II Adakan Jalan Sehat

Hari ini (24/11) Keluarga Besar SDN Gelaran II Karangmojo mengadakan Jalan sehat dalam rangka Peringatan Hari Guru Nasional.  Acara dimulai dengan senam bersama dan dilanjutkan ja

28/11/2023 09:53 - Oleh Administrator - Dilihat 379 kali
Penilaian Kinerja Kepala Sekolah Kali Ini Disambut Flashmob dan Tari Kreasi

Hari ini 27 Oktober 2023 SDN Gelaran II Karangmojo mendapatkan jadwal Penilaian Kinerja Kepala Sekolah (PKKS) di tahun 2023. Dalam kesempatan ini SDN Gelaran II yang menilai dokumen at

27/10/2023 08:36 - Oleh Administrator - Dilihat 440 kali
Bersamaan Jadwal Akreditasi Sekolah, Kelas 5 Melaksanakan Gladi ANBK 2023

Sesuai jadwal yang telah ditentukan SD Gelaran II pada hari ini 11/10/2023 melaksanakan Gladi ANBK 2023 yang diujikan kepada siswa kelas 5. Gladi ANBK yang dilaksanakan hari ini bersama

11/10/2023 09:27 - Oleh Administrator - Dilihat 432 kali
Hari ini SDN Gelaran II Karangmojo Melaksanakan Akreditasi Sekolah

Hari ini 11/10/2023 SDN Gelaran II Karangmojo melaksanakan Akreditasi Sekolah. Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 2 hari oleh asesor dari Badan Akreditasi Nasional Sekolah/Madrasah (

11/10/2023 09:10 - Oleh Administrator - Dilihat 470 kali
Cabor Woodball Gunungkidul Meraih Juara Umum di Popda DIY 2023

Kontingen Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Gunungkidul menjadi juara umum di pagelaran POPDA DIY Tahun 2023. POPDA Daerah Istimewa Yogyakarta yang diselengagrakan di Lap

30/05/2023 10:54 - Oleh Administrator - Dilihat 587 kali
Siswa SDN Gelaran II Membuat Karya Bernilai Jual Tinggi

Peserta didik SDN Gelaran II Karangmojo kelas 6 mendapat kesempatan untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) di sekolah. Pada Selasa (30/05/23) mereka mendapat materi mem

30/05/2023 09:33 - Oleh Administrator - Dilihat 693 kali
Siswa SDN Gelaran II Ikut Turnamen Woodball dalam Rangka Hari Jadi Gunungkidul ke-192

Untuk kesekian kalinya siswa SDN Gelaran II Menyabet Juara Woodball diberbagai Kategori. Kali ini anak-anak mengikuti turnamen Woodball yang dilaksanakan oleh KONI dalam rangka menyema

22/05/2023 08:24 - Oleh Administrator - Dilihat 479 kali
Hari Ini Seluruh Siswa Mengikuti Perlombaan Dalam Rangka Memperingati Hari Kartini

Hari ini 15/5/2023 seluruh siswa SDN Gelaran II mengikuti perlombaan dalam rangka memperintati Hari Kartini. Hal ini karena menindaklanjuti surat dari Dinas Pendidikan Kabupaten Gunungk

15/05/2023 11:29 - Oleh Administrator - Dilihat 534 kali